Juara Baru J.League 2017 Kawasaki Frontale


Agent Judi bola – Pertandingan pada 2 desember 2017 laga akhir J1 Kawasaki Frontale melawan Omiya Ardija yang diadakan di stadion Todoroki Athletics berjalan dengan sengit, tim Kawasaki yang mencetak gol di menit ke 45 saat pertandingan berjalan, mereka memimpin permainan dengan pemain andalan mereka Yu Kobayashi dan mencetak Hat Trick.

Laga yang berjalan ini menandakan bahwa Kawasaki berada di atas Kashima berkat selisih gol dan menjadi juara J1 untuk pertama kalinya dalam sejarah jepang, sang manajer Oniki Toru yang sebelumnya pernah melatih tim dan bermain sebagai pemain mengungkapkan perasaan bahagianya lewat pers setelah pertandingan selesai.

Mengingat banyaknya rintangan yang mereka hadapi saat mencapai titik ini mereka pun berjuang keras untuk pertandingan kejuaraan, Kawasaki merupakan tim yang di bentuk ada 1996 akhir dan mengikuti laga J League pada tahun 1997 dan merubah namanya menjadi Kawasaki Frontale, mereka sendiri menerima persetujuan untuk mengikuti “AAJL” Asosiasi J League, yang dibutuhkan untuk dapat mengambil bagian di J.League, pada pertandingan sepak bola jepang sebelumnya mereka tidak memenuhi syarat yang diharuskan untuk mengikuti finis kedua dan mereka gagal kemudian menunggu satu musim lagi untuk bertanding.

Kawasaki mencari penebusan pada 1998, mereka finis kedua pada JFL musim tersebut. Hanya saja, J.League berganti format menjadi dua fase semusim untuk berikutnya, maka mereka harus melalui babak “play-off promosi J.League”. Laga ini dikenap para fans sebagai “Tragedi hutan Hakata, kala itu, Kawasaki berkunjung ke Stadion Hakata Mori (sekarang stadion Level Five) untuk bertemu juru kunci J.League, Avispa Fukuoka. Melakoni laga hidup mati, kedua tim bersaing keras dan menutup babak pertama dengan skor 1-1, tapi Kawasaki tancap gas di babak kedua untuk unggul 2-1. Semua mengira Kawasaki akan keluar sebagai pemenang, namun beberapa saat sebelum peluit panjang dibunyikan mereka kebobolan karena blunder sendiri. Laga dilanjutkan ke babak tambahan dan mereka kebobolan lagi oleh Fukuoka dan menelan kekalahan 3-2. Sekali lagi, Kawasaki melewatkan kesempatan promosi ke J.League.

Kawasaki kembali berjuang di J2 lagi, tapi finis ketujuh pada musim 2001 dan keempat pada 2002. Pada 2003, mereka mampu finis ketiga, tapi sekali lagi itu hanya selangkah dari tempat promosi ke J1. Mereka akhirnya mampu mewujudkan ambisi pada 2004. Dengan manajer baru, Takashi Sekizuka, mereka memeragakan sepakbola menyerang dengan umpan-umpan vertikal. Ditambah adanya playmaker Kengo Nakamura yang menjadi dirijen permainan, Juninho juga bergabung dengan catatan gol baik musim sebelumnya. Juninho pula dicintai fans dengan nama panggilan, Matahari Kawasaki, ia mencetak 37 gol pada musim 2004 dan mengakhiri J2 saat itu sebagai topskor. Secara keseluruhan tim mengemas 104 gol dalam 44 laga dan itu menunjukkan peragaan menyerang luar biasa untuk memenangkan J2. Untuk pertama kali dalam lima tahun, mereka akhirnya kembali ke J1.

Berita Bola

Website Pin Facebook Twitter Myspace Friendfeed Technorati del.icio.us Digg Google StumbleUpon Premium Responsive

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.

| |